Pertalite atau Pertamax?
Hari ini adalah kali kadua saya ke SPBU. Saya cukup grogi karena lupa jenis bensin apa yang biasanya dipakai bapak. Sebelumnya saya sudah mengantre tetapi masih ragu jadi kuputuskan untuk melipir dulu dan menghubungi sepupuku. Setelah dibalas akupun kembali ke tempat antrean.
Sampai di antrean, aku buru-buru mematikan sepeda motor padahal masih kurang maju. Petugas SPBU lalu memberi aba-aba kepadaku agar mendekat. Bensin yang ku isikan pun bukan seliter dua liter, aku mengucapkannya langsung isi full dan menyerahkan uang 50 ribu-an lantaran tidak mengerti harga bensin. Keruan saja uangku jadi pecahan ketimbang kurang, begitu batinku.
Sehabis itu kembalian dari pak petugas ternyata tidak genap aku diminta uang 5 ribu-an awalnya aku bilang tidak ada padahal yang kutahu isi dompet saya uang pecah semua. Antrian belakangku kebetulan cuma satu setelah dia ditanya juga tidak punya, aku langsung bilang.
"mungkin saya ada pak sebentar.." sembari ngubek isi tas, "pak tolong ditutupkan" duh yah kog nemen men, batinku dalam hati. Saya minta tolong itu bukan bermaksud apa-apa, tapi 'jujurly' takut nutupnya nggak kenceng terus pas dipakai bensin kecer dan meledak hahaha. Memang sangat random dan wagu but yah everything gonna be okay.
Tasikmadu, 4 Maret 22
Komentar
Posting Komentar