Belajar Menulis Huruf Arab

 

Proses Menulis Huruf Arab

Dulu sewaktu masih sekolah diniyah kami selalu dituntun untuk menulis huruf Arab mulai dari huruf hijaiyah terpisah kemudian huruf hijaiyah sambung. Setelah itu baru naik tingkat menulis pelajaran yang diajarkan meskipun kami sudah mempunyai kitab.

Waktu itu saya ingat betul masih terbata-bata menulis syair bahasa Arab legendaris "ro'sun sirah". Jangan tanya tulisan saya seperti apa haha.. tentu saja besar-besar dan titik hurufnya juga demikian. Saya juga ingat ada teman ngaji di sampingku, ia menulis menggunakan pulpen dan tulisannya bagus, lalu keesokan harinya saya ikut-ikutan memakai pulpen tetapi hasilnya? sungguh di luar ekspektasi, ceker ayam, jelek sekali. Sejak saat itu saya ajeg menggunakan pensil ketimbang pulpen hahaha.

Proses menulis Arab memang tidak diperoleh secara instan perlu rentang waktu sekian sekian tahun bahkan sampai sekarang pun saya juga masih belajar. Banyak kesalahan jika ditilik dari kaidah penulisan Arab yang benar. Bagaimana panjang alif, letak nun, panjang lengkungan shod, dan lain sebagainya memang penting untuk diketahui dan diterapkan.

Sampai ketika saya menemui pelajaran menulis makna gandul (makna pegon) untuk kitab turats dulu rasanya wah sekali. Euforia semacam ini masih saya rasakan ketika membuka tulisan-tulisan saya dahulu. Jelek sudah pasti tetapi kelebihannya maknanya bisa full lengkap ketimbang yang sekarang.

Hari ini rasanya seperti kesempatan emas, sembari menyelesaikan tugas di kampus, saya bisa ikut mbak-mbak pondok ngaji kitab. Karena tidak membawa kitabnya saya berinisiatif untuk menyalinnya di buku tulis agar bisa ikut maknani.

Tulungagung, 21 Januari 2022


Komentar

Postingan Populer