Sharing Pengalaman Berjualan Online


Tak dapat dipungkiri semakin ke sini orang-orang semakin banyak yang menggunakan media online untuk memasarkan produknya dimulai dari status whatsapp sampai domain website bahkan media sosial seperti facebook dan instagrampun tak luput dijadikan media menggelar lapaknya.

Sayapun demikian, berawal dari pernah dikirimi paket oleh teman dari media sosial kemudian berani membeli secara online (yah bisa dibilang kudet sih he..he..), setelah itu suatu ketika ada selebaran atau flayer melalui chatt whatsapp yang menawarkan buku dengan harga terjangkau (waktu itu belum mengerti yang mana buku ori dan repro, kertas bookpaper dan kertas buram) dan setelah saya posting di status Whatsapp ternyata banyak yang memesan, dari situlah saya "belajar" berjualan online khususnya buku-buku.

Seperti semesta sedang mendukung, saya menemukan supplyer yang baik bahkan bisa dibilang sangat baik (selain santri ada juga yang memang pengajar di pesantren) ya bukan apa-apa cuman jika berniaga dengan orang-orang yang mengerti bukan saja keuntungan secara material tapi juga ruhani bagaimana tidak? Lha wong diajari mengajegkan lagi amalan sunah sperti sholawat, membaca surah al al-Wāqiah, sedekah, dan tetap rendah diri meniatkan jualan dengan belajar (yah meskipun saya belum mampu mengerjakan semuanya). Namun proses ini sangat penting menurut saya.

Lalu bagaimana proses penjualannya?

Tentu saja sebagai bakul amatir yang masih coba-coba banyak sekali hal-hal yang saya belum saya ketahui tetapi menurut pengalaman saya, jualan online adakalanya untung banyak tapi tidak juga rugi sebab seperti yang saya katakan di awal jualan = belajar, ketika kita mendapatkan rugi secara material sejarinya kita sedang untung pepatah mengatakan experience is the best teacher (pengalaman adalah guru terbaik). Dengan begitu kita akan berusaha mencari jalan baru atau berinovasi lebih baik lagi.

Ngomong-ngomong tentang jualan, saya sedang berjualan buku (kalau berkenan kunjungi ig saya @elzhibooks, iklan skip he..he..). Dalam hal ini kelemahan saya belum bisa mengoptimasi tampilan di instagram, editing gambar, perbaharui sorotan menarik, dan lain-lain mungkin jika membaca berkenan sharing hal ini tentu sangat menggembirakan.

Kedua, menjual buku juga harus tahu isi buku tersebut ini point yang sangat penting sebab ketika buku diupload acapkali custommer akan menanyakan isi buku tersebut (ya kali jual buku tidak tahu itu buku apa). Namun, masalahnya tidak semua buku yang dijual, penjual miliki. Nah solusinya membaca riview melalui internet dengan begitu kita akan mendapat informasi baru alih-alih memenuhi kebutuhan membaca.

Sebenarnya masih ada lagi pengalaman yang unik terlebih menghadapi custommer dengan segala sifat dan keistimewaanya tetapi untuk kali ini saya kira cukup ini dulu semoga  bisa sharing lagi lain waktu.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer