TAHUN BARU
![]() |
| Sumber gambar: Pinterest |
Sore menjelang mahrib berteman udara yang cukup membuat gigi gemeletuk usai menuang segayung air di tubuh. Gemericik kamar mandi masih sempat kucuri dengar pertanda asar sudah hampir habis, sebab bapak yang saban hari bekerja di alas kerap sekali pulang -akhir- sore. Di waktu yang sama aku masih di depan tungku dan sangitnya asap kayu bakar untuk menjerang jamu dari tumbuh-tumbuhan yang dipetik bapak.
Di tengah-tengah menunggu jamu mendidih, aku mengambil gawai untuk mengusir kebosanan. Tentu saja akupun membuka aplikasi WA dan media sosial yang aku punya lalu... (aku menghela napas) baru menyadari jikalau hari ini adalah tahun baru hijriyah, tahun yang ditetapkan berdasarkan hijrahnya Baginda Nabi SAW. Beruntung banyak pamflet-pamflet yang menyebarkan ucapan-ucapan tahun baru dan ada juga yang mencantumkan doa akhir tahun dan awal tahun sehingga memudahkan alfaqirah seperti seperti saya untuk ikut serta membacanya.
Selain ucapan dan doa-doa ada juga yang menukilkan amalan para orang-orang luhur dan kebiasaan mereka -Allahuyarhamhum- salah satu yang ku baca sore tadi di instastory milik ning @nehal_anim adalah faidah meminum susu putih di awal tahun yang selalu diamalkan oleh Abuya Sayyid Muhammad bin Alawy Al Maliky hal ini dimaksudkan sebagai tafa'ulan (melakukan sesuatu dengan harapan mirip dengan sesuatu itu) meminta agar sepanjang tahun dijadikan tahun yang putih, tahun yang bersih, di mana tahun yang senantiasa melakukan kebaikan-kebaikan di dalamnya.
Memang momentum tahun baru kerap berhubungan dengan muhasabah atau angen-angen tentang hal apa saja yang sudah kita kerjakan di masa lalu. Aku sendiri tercenung di depan tungku betapa setahun yang berlalu aku masih begitu-begitu saja rasa-rasanya belum memberi kebermanfaatan untuk orang lain -bahkan diri sendiri-.
Namun sebagai umat yang diperintahkan untuk selalu optimis, aku merapal semoga di tahun baru ini dan seterusnya senantiasa menjadi lebih baik lagi. Mahrib berkumandang jerangan jamu sudah kupindah di tatakan periuk dan kuganti dengan sayur mayur yang sudah dicuci ibu setelah semua tertata akupun meninggalkan tungku untuk kemudian menunaikan sembahyang Mahrib.
Selamat tahun baru...
Rumah, 1 Muharram 1442 H

Tulisan yang rapi mantab
BalasHapusHatur nuwun rawuhnya bu🙏
Hapussangat bbgus dan mengalun santai tulisanya.
BalasHapusMatur nuwun bu zulva, sugeng rawuh di blog saya yang masih ala kadarnya ini..
Hapus